Senin, 07 Februari 2011

Senin, datang tidak dijemput, pulang tidak diantar

Banyak orang merasa ngeri, trauma, males atau justru paranoid dengan hari senin. Tapi bayangkan, senin akan selalu datang secara rutin setiap minggu. Baik ditunggu atau tidak, senin pasti mutlak!

Sebenarnya bukan hari senin yang menjadi obyek paranoid banyak orang, tapi justru suasana hari senin yang menjadi tersangka kegalauan massal.

Paling tidak, hari senin hanya datang sekali dalam seminggu. Coba bayangkan kalau hari senin datang lebih sering. Bisa-bisa angka PHK akan naik dengan signifikan, jumlah serangan jantung akan meningkat secara global, dan mungkin angka kelahiran bayi prematur akan dua kali lipat lebih besar dari sekarang.

Sadar atau tidak, persentase hari senin dalam seminggu adalah 14,28 persen. Artinya 1/7 hidup kita dihabiskan di hari senin. Jika umur manusia rata-rata adalah 70 tahun, maka manusia akan menghabiskan 10 tahun hidupnya di hari senin! Bayangkan selama 10 tahun terus menerus mengalami kengerian hari senin!! Oh no!! Oh no!!

But thanks God ini hari selasa!
powered by OTAKKANANBERRY

Tidak ada komentar:

Reflecting modernity through a convex glass in a church

Last Sunday morning, while attending weekly mass at kodaira's local catholic church, i noticed something strange. I have been here for s...