Selasa, 22 Januari 2013

Ini bukan air bah, ini banjir. Ulah kita, semua kena!

Tuhan tidak menurunkan air bah dua kali.. Hanya ulah manusia yang membuat banjir ini terjadi.

Setiap kali kita membuang sampah ke sungai, kita sudah membuat warga di sekitaran pintu air manggarai harus hidup di pengungsian. Setiap kali kita menutup resapan dengan beton, kita sudah merendam sekolah anak-anak di kampung melayu. Setiap ada villa dibangun diatas lahan resapan hujan, saat itulah pintu air katulampa menjadi obyek wisata. Ketika lahan bakau di daerah kapuk direklamasi, kita sudah memutus jalur transportasi di pesisir. Setiap kali ada pohon ditebang, saat itulah kita mempercepat jebolnya tanggul di latuharhary.

Apa lagi? Cukup!




Tidak ada komentar:

Reflecting modernity through a convex glass in a church

Last Sunday morning, while attending weekly mass at kodaira's local catholic church, i noticed something strange. I have been here for s...