Kejantanan bukan dilihat dari seberapa banyak seseorang telah menghancurkan benteng lawan, melainkan terlihat dari seberapa mampu dia menghancurkan egonya sendiri.
Kejantanan bukan dilihat dari seberapa lawan berhasil dikalahkannya, melainkan terlihat dari bagaimana dia memenangkan pertarungan tanpa menjatuhkan harga diri lawannya.
Kejantanan bukan dilihat dari pertarungan yang membabi buta, melainkan dapat menentukan apa yang harus diperjuangkan dan apa yang harus direlakan.
Kejantanan bukan dilihat dari seberapa besar otot yang dimiliki melainkan terlihat dari besarnya hati untuk menerima keadaan, mengakui kekalahan dan berjalan keluar dari pertandingan dengan rasa bangga.
Kejantanan bukan dilihat dari seberapa banyak wanita yang telah berhasil ditaklukkan melainkan terlihat dari seberapa tangguh dia mampu menjaga perasaan seorang wanita.
Kejantanan bukan dilihat dari kuasa apa yang dimiliki melainkan terlihat dari semampu apa merelakan diri untuk orang lain.
Kejantanan bukan dilihat dari lantangnya teriakan melainkan terlihat dari kesesuaian ucapan dengan perilaku.
Kejantanan bukan dilihat dari tajamnya sorot mata dan sensitifnya telinga melainkan terlihat dari sejauh mana mata mampu melihat dan hati yang mendengar.
Kejantanan bukan dilihat dari kerasnya sebuah kepalan tangan melainkan terlihat dari hangatnya pelukan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Reflecting modernity through a convex glass in a church
Last Sunday morning, while attending weekly mass at kodaira's local catholic church, i noticed something strange. I have been here for s...
blogroll
-
minum orange juice sambil ngaca.. kok rasanya jadi kaya yakult yak! asem! oh mungkin gara2 minumnya sambil ngaca.. (Tue, 23 Nov 2010 01:09:2...
-
Salah satu rantai ikatan yang menjadi benang merah evolusi gawai berupa handphone yang masih ada dari zaman nokia/motorola lipat antena dita...
2 komentar:
Aaahhh abang lukiii,postingan lu yg ni ada realisasinya gg?bisa pesen 1cowo yg kayak gini gg??
Melow di pagi hari ni
Aye speechless bacanya....
Posting Komentar