Puisi ini tidak akan pernah memiliki akhir
selama kaki ini masih sanggup melangkah
mata masih terbuka
dan pena ini masih menari bersama jemari
Puisi ini bukan tentang suara hati
Tetapi tentang kenyataan.
Kenyataan bahwa hidup memiliki banyak dimensi
Puisi ini tidak tentang keselarasan rima
Karena disusun dari kacaunya logika
Puisi ini tidak tentang masa lalu, masa kini atau masa depan
Tetapi tentang sepanjang segala abad.
Puisi ini bukan tentang putri salju dan pangeran berkuda putih
atau si gadis dan si buruk rupa
apalagi tentang serigala dan gadis berkerudung merah
Puisi ini tidak tentang si baik dan si jahat
bukan pula percintaan ataupun prahara
Tetapi tentang perjuangan
Sejatinya puisi ini hanya kronik
tentang PENDAHULUAN, LANDASAN TEORI, PEMBAHASAN dan SIMPULAN-SARAN!!!!!
ohcrap!!!!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Reflecting modernity through a convex glass in a church
Last Sunday morning, while attending weekly mass at kodaira's local catholic church, i noticed something strange. I have been here for s...
blogroll
-
minum orange juice sambil ngaca.. kok rasanya jadi kaya yakult yak! asem! oh mungkin gara2 minumnya sambil ngaca.. (Tue, 23 Nov 2010 01:09:2...
-
Salah satu rantai ikatan yang menjadi benang merah evolusi gawai berupa handphone yang masih ada dari zaman nokia/motorola lipat antena dita...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar