Rabu, 12 September 2012

Hikayat sebuah puisi

Puisi ini tidak akan pernah memiliki akhir
selama kaki ini masih sanggup melangkah
mata masih terbuka
dan pena ini masih menari bersama jemari

Puisi ini bukan tentang suara hati
Tetapi tentang kenyataan.
Kenyataan bahwa hidup memiliki banyak dimensi

Puisi ini tidak tentang keselarasan rima
Karena disusun dari kacaunya logika

Puisi ini tidak tentang masa lalu, masa kini atau masa depan
Tetapi tentang sepanjang segala abad.

Puisi ini bukan tentang putri salju dan pangeran berkuda putih
atau si gadis dan si buruk rupa
apalagi tentang serigala dan gadis berkerudung merah

Puisi ini tidak tentang si baik dan si jahat
bukan pula percintaan ataupun prahara
Tetapi tentang perjuangan

Sejatinya puisi ini hanya kronik
tentang PENDAHULUAN, LANDASAN TEORI, PEMBAHASAN dan SIMPULAN-SARAN!!!!!

ohcrap!!!!!

Tidak ada komentar:

Reflecting modernity through a convex glass in a church

Last Sunday morning, while attending weekly mass at kodaira's local catholic church, i noticed something strange. I have been here for s...