Gw sangat terinspirasi oleh nyokap gw... dia sangat sabar dan tegar dalam ngejalan hidupnya dan dia udah jadi support system buat anak-anaknya. Dia tegar tapi dia gak keras, dia sabar tapi dia gak cengeng.. the most of all... mungkin ibu-ibu lain akan lebih memilih bunuh diri kalo ngalamin apa yang dialamin nyokap gw.. tapi nyokap gw masih tetap survive dan eksis...
Inspirasi ini yang ngebikin gw bisa sejauh ini melangkah.. Gw selalu ingin jadi support system buat orang-orang disekitar gw.. jadi orang yang bisa ngasi jalan keluar, jadi sandaran, jadi pendengar yang baik buat pacar gw (love her so much), buat adek gw, buat sahabat gw, dan buat orang-orang terdekat gw lainnya. Gw pengen adanya gw bisa membuat orang lain bahagia, gw pengen keberadaan gw bisa bermanfaat buat orang laen,,
Dan selama ini gw enjoy sebagai support system buat mereka semua, gw anggep ini sebagai panggilan hidup gw.. gw selalu pengen ngeliat senyum dari pacar gw, nyokap gw, adek gw, sahabat-sahabat gw.. Untuk ngeliat mereka semua bahagia aja udah lebih dari cukup buat gw...
Sebagai support system, gw gak boleh down, ngedrop apalagi sampe gw putus asa gara-gara sesuatu... gw juga ga bisa ngeluapin emosi atau amarah gw karena posisi gw adalah untuk ngedukung orang-orang disekitar gw. Gak pernah peduli dengan perasaan gw sendiri.. Gw lebih memilih untuk memendam emosi gw daripada ngeluapin itu semua, dan kalo emang harus diluapin, gw memilih cara yang gak perlu nyinggung perasaan orang laen. Misalnya: Mukul tembok,, maybe itu hal yang bisa gw lakuin untuk ngeluapin emosi sesaat.. dan tangan kanan gw udah mengalami perubahan struktur gara-gara kebiasaan gw mukul tembok..
Tapi hakikat gw sebagai manusia biasa.. gw juga punya emosi, gw juga punya keinginan buat diperhatiin, gw juga kadang pengen bisa lepas ngeluapin perasaan gw, gw juga kadang pengen didengerin..
Sesekali, gw pengen orang lain juga peka terhadap gw... Gw bukan tipe orang yang gampang nunjukin emosi gw.. Mungkin karena itu banyak orang ngira gw kok kaya gak pernah marah, sebel ato down..
Ngedengerin bukan omongan mulut gw... tapi isi hati gw...
Nemenin gw bukan secara raga.. tapi nemenin jiwa gw...
Rabu, 26 Agustus 2009
Sabtu, 22 Agustus 2009
something i don't know about relationship
setiap orang dari kita pada dasarnya memiliki keinginan untuk diperhatikan dan untuk memperhatikan orang lain. Istilah simple nya adalah kita ingin ada orang lain yang mengisi ruang kosong di hati dan saling berbagi. Kebutuhan itu biasanya diwujudkan melalui sebuah hubungan yang melibatkan unsur perasaan didalamnya dan menghasilkan sebuah keterikatan dan keterkaitan antara satu sama lainnya.
Pada umumnya hubungan emosional antara dua manusia akan berkembang seiring dengan waktu serta kualitas interaksi yang terbentuk. Dan pada saatnya akan tercipta sebuah kesamaan visi diantara mereka... entah itu kesamaan persepsi, kesamaan rencana ataupun kesamaan filosofi hidup yang berujung pada satu tujuan yang pasti... dan itu yang akan memperkuat hubungan yang telah tumbuh.
Itu adalah pandangan sebuah relationship secara umum. Tapi belakangan ini gw ngerasain ada beberapa orang yang memiliki anomali dengan relationship yang mereka buat dengan "someone special" yang mereka pilih. Contohnya seperti ini.. keep up reading ya..
Gw heran ada beberapa orang temen yang mau-maunya memulai sebuah hubungan yang pada dasarnya sudah disadari bahwa hubungan ini nggak akan berlangsung lama. Atau minimal mereka sudah memiliki gambaran awal "gw gak akan serius dalam relationship ini".. So, kalo emang udah awalnya seperti ini, kenapa mereka tetep nekat membuat hubungan itu?? Gw gak ngerti apa alasan mereka semua dengan hal ini. -bersambung-
Se-kuat-kuat-nya perasaan orang, pasti mereka juga akan sakit hati juga kalo hubungan yang sudah dijalani harus berakhir di tengah jalan... Oke kalo emang hubungan itu terpaksa diputuskan karena sebuah hal yang benar-benar tidak bisa disatukan... Normal!!!!! Tapi kalo hubungan itu sudah diperkirakan gak akan bertahan, so kenapa harus dimulai???? Apa gak ngerasain sakitnya hati???
Dan akibatnya dari hubungan yang dipaksakan ini adalah... sepasang manusia tersebut enggak akan bisa merasa nyaman dengan hubungan mereka... Mereka tidak akan pernah bisa bergandengan dengan tenang.. karena mereka tahu suatu saat genggaman tangan ini harus dilepaskan... dan telah direncanakan sebelumnya!!! WHAT A RELATIONSHIPPP
Pada umumnya hubungan emosional antara dua manusia akan berkembang seiring dengan waktu serta kualitas interaksi yang terbentuk. Dan pada saatnya akan tercipta sebuah kesamaan visi diantara mereka... entah itu kesamaan persepsi, kesamaan rencana ataupun kesamaan filosofi hidup yang berujung pada satu tujuan yang pasti... dan itu yang akan memperkuat hubungan yang telah tumbuh.
Itu adalah pandangan sebuah relationship secara umum. Tapi belakangan ini gw ngerasain ada beberapa orang yang memiliki anomali dengan relationship yang mereka buat dengan "someone special" yang mereka pilih. Contohnya seperti ini.. keep up reading ya..
Gw heran ada beberapa orang temen yang mau-maunya memulai sebuah hubungan yang pada dasarnya sudah disadari bahwa hubungan ini nggak akan berlangsung lama. Atau minimal mereka sudah memiliki gambaran awal "gw gak akan serius dalam relationship ini".. So, kalo emang udah awalnya seperti ini, kenapa mereka tetep nekat membuat hubungan itu?? Gw gak ngerti apa alasan mereka semua dengan hal ini. -bersambung-
Se-kuat-kuat-nya perasaan orang, pasti mereka juga akan sakit hati juga kalo hubungan yang sudah dijalani harus berakhir di tengah jalan... Oke kalo emang hubungan itu terpaksa diputuskan karena sebuah hal yang benar-benar tidak bisa disatukan... Normal!!!!! Tapi kalo hubungan itu sudah diperkirakan gak akan bertahan, so kenapa harus dimulai???? Apa gak ngerasain sakitnya hati???
Dan akibatnya dari hubungan yang dipaksakan ini adalah... sepasang manusia tersebut enggak akan bisa merasa nyaman dengan hubungan mereka... Mereka tidak akan pernah bisa bergandengan dengan tenang.. karena mereka tahu suatu saat genggaman tangan ini harus dilepaskan... dan telah direncanakan sebelumnya!!! WHAT A RELATIONSHIPPP
Langganan:
Postingan (Atom)
Reflecting modernity through a convex glass in a church
Last Sunday morning, while attending weekly mass at kodaira's local catholic church, i noticed something strange. I have been here for s...
blogroll
-
minum orange juice sambil ngaca.. kok rasanya jadi kaya yakult yak! asem! oh mungkin gara2 minumnya sambil ngaca.. (Tue, 23 Nov 2010 01:09:2...
-
Salah satu rantai ikatan yang menjadi benang merah evolusi gawai berupa handphone yang masih ada dari zaman nokia/motorola lipat antena dita...